Rabu, 27 Agustus 2025

Cemas

ku rengkuh asa dalam sunyi, mencoba mewujudkan ekspetasi dalam ridho ilahi, mendoakan sang ideal yang tak terrencanakan, memeluk usaha dalam kutipan catatan, takan selesai juga pikiran bersuara, ataupun bosan karena sudah di tujuan, belajar bukan hal yg membosankan, malah semakin menanam dendam pengetahuan, bagi mereka mengejar status adalah kehormatan, atau membanggakan hasil pencapaian adalah kebahagiaan, malah ku merasa sepi menjadi tenang, entah isi kepala selalu tegang dengan pertanyaan, terima kasih kasih sayang, aku paham rasa itu selalu memantau ku dalam gelap malam, terima kasih sang dermawan, yg memaafkan segala kesalahan yang telah di sengaja pujian membuat ku mabuk, cacian membuat ku tunduk, akulah hambamu selalu, memohon rahmat hari ini sampai tugas ini sudah selesai aku tinggal bersiap saja, dengan cara dan jalan yg semestinya, meski bisikin terus menyiksa, yang ku tahu hanyalah sujud dan doa kau sudah terlalu lama berlari, titip saja perasaan di pintu rumah, serahkan saja semua jangan kau tambah dengan kesenangan yg sementara dekaplah bantalmu dan berpesta dengan duka sampai kau bunuh diri dengan dosa, habiskan semua racun di hatimu, menyisakan madu ruh dalam jiwamu bijak dan pijak langkah baru, menuju pulau biru yang berdasar gelap, sampai kau tak melihat cahaya yang menawarkan kebohongan kelak dan pasti janji waktu, mengeleminasi senyuman pencundang yang tak mau terima ketulusan, apalagi mereka yang bersenang-senang dengan mulut rekayasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar