Sabtu, 04 Oktober 2025

Are You Ghost

kau hadir lagi di pelukan malam saat ku mencoba lagi melepaskan kenangan, kau datang merangkulku untuk tetap tinggal kesekian kali, dalam pelarian ku menolak imajinasi yang sudah tak rasional, tak mungkin terjadi, tak bisa diri berharap pada skema mimpi, aku bukan orang seperti itu, berkutat dalam khayalan yang tak punya kalkulasi, tuhan hukuman ini sudah membuatku bingung, banyak tebakan yang sudah tak masuk akal lagi, bukankah yang lain sangat mudah, berlalu dalam sampah kenangan yang tersimpan busuk dalam lubang keputusasaan, apakah diri ini yang palsu atau dia yang lagi menghitung keberanian, ah,omong kosong apa ini? bukankah manusia itu penakut? mengakui kebenaran dirinya, bukankah mereka hanya mementingkan diri mereka saja, dan jika mereka mau berkorban hanya untuk diri mereka sendiri, mereka tak memuja cinta tak pernah mereka mengerti apa itu cinta, mereka hanya tau jual beli, ah, mereka hanya omongkosong khan tuhan, taukah murni rasa tak ada yang bisa menyelaminya, tapi semakin ku menjauh, dia kembali berbisik, kitalah makhluk yang dipilihkan dan tak ada lagi yang bisa seperti kita, bahkan perasaan itu terpatahkan seakan menyuruh bersabar untuk pulang, dengan cara apa lagi aku berbohong, dengan pengalihan apa lagi aku cari, bisakah seperti kemarin, melepaskan tanpa beban meski memang amarah ku ciptakan untuk mereka melupa, tapi semakin dalam, semakin hilang, semakin kosong, apakah yang disiapkan di ujung cerita, kali ini aku terbungkam kenyataan, kali ini terbunuh perasaan, kewarasanku tak berfungsi dan drama yang ku ciptakan menghukumku begitu dalam untuk melupakanmu, meski ku buktikan kamu belum mampu, tapi kau buktikan untuk menghantuiku setiap waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar