Kamis, 23 Oktober 2025

Memaknai Jalan Panjang

selama tiga tahun bersama, banyak hal pelajaran yg aku dapat bersama kalian, jujur kehancuran hidupku bermula ketika sukses yang sedang kalian kejar saat ini, sebelumnya aku hanyalah pedagang biasa, pemuda yg berasal dari jalanan, belajar lewat jalanan yg bertapak-tapak ku jejaki sendiri, berpindah-pindah pekerjaan, berpindah-pindah tempat tinggal dan sampailah pada masa putus asa untuk bisa berbakti pada orang tua, kebencianku akan rumah sudah di mulai sejak ku kecil sebenarnya, kenyamananku saat aku tinggal bersama orang yg bukan keluargaku, mereka selalu menyambutku dengan tangan kasih sayang, tapi tuhan selalu mempunyai cara yang lain untuk menunjukkan jalan pulang, mungkin kalian mengira aku org normal, padahal aku sendiri ingin bunuh diri ketika semua usahaku sia-sia, lagi yang menyelamatku adalah kesadaran berpikir dan merasa serta kebaikan tuhan dalam mencinta, betapa rumit ku menjelaskan hari-hari depresi setelah pulang berperang di tanah orang, mengalami kehancuran kembali dalam pencarian jati diri, tanpa peduli tentang apa yang di nanti, kau memberikan harapan untuk tetap berubah, mengejar mimpi dalam mengenal tuhan, sesudah kalian pergi...yang tertinggal sepenggal pesan hati-hati sekedar mendoakan kebahagiaan sejati, bukan merekayasa dongeng tidur untuk mengobati penat lewat mimpi, ketahuilah dunia ini sudah semakin palsu menuju kehancurannya, sisa-sisa suara yang kalian ucapkan masih tertinggal, ku jadikan puzle sepotong demi sepotong menyusun jawaban kebersamaanku dalam fungsi makna apa yang nanti akan ku buat selanjutnya, saat ini aku masih menolak keberadaanku di sini, bahkan masih bukan aku di sini, ini hanya pijakan sementara menuju semesta yang lain, lucu kalian menuduhku guru padahal aku tak pernah merasa begitu, aku tetaplah sebongkah daging yang lahir dari jalanan sepi, aku si manusia bebas terbang ke mana saja angin terhempas, tetapi aku butuh belajar, butuh ide yang sehat menjelaskan makna dalam bungkam, dan tuhan tahu itu apa masalahku, apa takdirku, dan kematianku, tinggal ku serahkan saja dengan doa dan proses yang ku hadapi hari demi hari, waktu demi waktu, masa demi masa, ku ucapkan terima kasih untuk segalanya, ku telah rangkum makna membaca tanda-tanda alam, membawa arah impian sang penjelajah waktu, pahamku tak pernah mati, malah selalu haus dalam keingintahuan, mereka tak pernah bisa membungkam waktu, mereka hanya pijakan untuk belajar seperti kalian adalah pijakan belajarku dalam bereksperimen dengan hantu, tanpa kesadaran ku menulis pesan bersyukur bertemu kalian, dan kita akan bertemu lagi di lain waktu, aku akan menceritakan terus kisah hidupku meskipun tak ada yang membacanya, karena tak mampu ku tampung semua dalam ingatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar