Sabtu, 17 Januari 2026

Hope or Lost

Terlepas dari semua presepsi, terlepas dari semua suara skeptis, atau sebuah keputusan yang disandarkan pada jawaban waktu, masih teranggap kebodohan yang terencana murni dari eksperimen bermuara keberdayaan tak berperasaan, akibat dari kesesatan pikiran mendefinisikan ketidakmampuan dan merasa cukup memahami orang lain, kereta melaju cepat hanya memberi kesan cepat sampai, padahal di balik jendela-jendela paradoks berteriak menyuruh perlambatkan adrenaline untuk sedikit melambat agar dapat dipahami dan disempurnakan, membaca kisahmu pada tulisan-tulisan yang berhasil tercuri menambah traumatik pada delusi, kesekian kali batin berusaha mengkoneksikan kembali antara rela atau mengaharap notifikasi kejutan darimu, berhari-hari selepas tatapan mata yang tersorot di jendela kaca masih menyediakan ruang tanya dan cerita, masih ingin mengobrol bersamamu sekali lagi, masih ingin menyelamai dalamnya lautan yang tersembunyi karang-karang cantik, dimana ikan-ikan cantik enggan mempertontonkan keindahan warnanya, lalu semua berhenti di pertanyaan mengapa harus aku dan mengapa harus kamu, sempat terlintas di hari-hari canggung diantara kita, acap kali menatap cakrawala terhijab senyuman malam itu, kamu curang menertawakan keluhku, sedangkan aku berpikir keras bagaiamana mengeluarkanmu dari nestapa, idealnya ceritakan diam yang sengaja dibungkam, tangisanmu terlalu keras menggetarkan hati yang sudah mati rasa bertahun, jika kau masih membaca atau mengenang, cobalah untuk berani melawan ketakutanmu, di ujung jembatan senja masih ku titipkan hangatnya pelukan rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar