Sabtu, 12 September 2026

Era Aneh

apa kau merasakan kegilaan yang sama, kita bergerak terlalu cepat, ketakutan itu sudah semakin nyata di mata, walau tampaknya mereka masih menikmati alurnya, sungguh tak ada yang menghentikan ini, apa belum juga ada yang tersadar, bahkan merasakan hal yang sudah sulit membandingkan kebenaran, apa ku hentikan saja ambisiku di sini, cita-cita untuk menemukan ideal di dalam dunia yang sudah imitasi, ku pegang teguh kata percaya pada sujud, tapi ku lihat zaman yang menyeramkan, apakah ini resiko terlahir dalam era yang memiliki banyak wajah, aku hidup sebagai primitif dan aku juga hidup seperti mesin, yang dikhawatirkan bukan hari esok, tapi apakah ini sudah menjadi tanda-tanda kepunahan, keasikan profesi membuat gusar pikiranku, tak bisa ku hentikan kehausan literasiku, keputusan bersandar pada text" yang mevalidasi, bukan percakapan yang kritis di tengah malam, saat mereka tengah ego dengan kebutuhan dunianya, aku tak bisa hentikan analisaku pada ramalan presepsi langit, obrolan yang dulu di isi penyelamatan diri, kini berubah usang pada dinding percakapan yang terus menguap di udara, mereka sibuk memamerkan kebutuhan validasi, diriku malah di sibukkan dengan apakah masa depan itu masih jauh atau sedikit lagi renta, aku hanya bisa melanjutkan hidup dan tetap bertahan pada rencana yang sudah di buat setelah kalah perang, nada demi nada kuperdengarkan di ruang sempit, membuat mereka tetap percaya, walau diriku tidak yakin ini akan berkepanjangan, bukan ku muak pada kesialan, tapi ku telah lelah memberikan asupan pada prasangka,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar