Jumat, 02 Oktober 2026
Obses
di ruang hampa yg lain, berpikir menggiringku pada ruangan sunyi namun berisik,pada meja terhiasi segelas kopi hitam yang menandakan imajinasi itu mulai bekerja menghubungkan kepingan puzzle yg berharap terhubung dan terkoneksi satu sama lain, perlahan aku tenggelam dalam dongeng ilmiah, inikah yang dirasakan orang terdahulu demi mendedikasi hati dan duninya pada samudera ilmu, terasing di sebuah pulau buatan ditutupi dinding tebal yang disebut prespektif, ternyata bukan aku yang memaksa untuk berpikir tapi memaksa orang untuk berpikir ideal, aku berpikir untuk menjaga kewarasan, sedangkan mereka berpikir untuk mewujudkan keinginan, setelah itu aku mencoba mendefenisikan obsesi, aku memahami beberapa hal itu dihadirkan dengan dua wajah yang berbeda, begitulah juga obsesi diterjemahkan, bertahun aku hidup dalam kurungan pesimistis, membangun pandangan berdasarkan bangunan memori trauma, membentuk sikap acuh dan menolak kesakitan dengan melarikan diri dari rasa sakit itu sendiri, membangun kebenaran menggunakan agrumen dasar melabelisasi diri pada penyangkalan, maka tiba pada rencana yang sudah tereksekusi sempurna, semua kesombongan itu dirampas semuanya tanpa ampas, kekayaan itu menjadi kekalutan yang berceceran kecewa tak berkesudahan, perlahan membenci dan amarah balas dendam membalut reka adegan yang tercipta tiap kali melihat ketidakadilan sempit, apa yang salah dari rencanaku, bukankah aku merencanakan sebuah kebaikan dan aku sudah berusaha baik menjadi diriku, ternyata semua itu tidak cukup, aku mulai menginjak-injak kesadaranku, meremukan alasan aku hidup, menjual diriku pada batu pijakan yang terinjak-injak oleh tontonan orang lain yang senang akan hiburan drama semata, hari ini kutemukan arti arah obsesi yang ku tuju, memulai dari jalan yang terjal tanpa penghargaan, mengeleminasi rasa kemanusiaan yang menghalangi dan menghambat cita-citaku, senang rasanya mempunyai obsesi baru ini, dalam tiap detik ku rasuki rasa percaya pada titik teori efek kupu-kupu jika obsesi itu tercipta suatu saat nanti
Langganan:
Postingan (Atom)