Rabu, 10 Desember 2025
That Day
Ingin ku kirim berjuta bunga, hari di mana diciptakan keindahan dunia, hari di mana pelajaran tentang cinta itu dihadirkan, hari di mana membuatku tersadar bahwa ada harta yg tak bisa kita genggam, menjawab peluh ku di sore kemudian nyata dalam realita, saat sepasang burung mengingatkan kita terlahir seperti rangkaian untuk membuat kita bertahan, kita terlahir sebagai sebuah koneksi untuk saling mengenal, bukan sekedar membebani tapi mengingatkan, di kejauhan terselip rindu memegang senyum kecil diantara kata, sepertinya kata selesai menjadi fiksi, karena ini juga belum akhir yg ku tahu ini perhentian sementara, sementara kita berlayar lagi di gelombang dan arus perpisahan menuju esok pagi dalam riuh riang orang-orang imitasi, kadang keraguan akan membuat kita terfatamorgana, tapi keyakinan juga mengakibatkan kebencian, karena yang dicari adalah kesamaan peluh tanpa keluh, selanjutnya pelayaran panjang di pintu depan sedang menyambut kita, berusaha lari dari tingginya gunung dan dalam lautan, seakan mengejar diri sendiri padahal hanya mengejar hal yang sama dengan mereka, maka ku genggam erat kata tinggal untuk tetap bisa mengenang, meskipun sudah tidak mungkin bermuara, ku gengam kata bertahan, meskipun sudah hancur berantakan, dan hari ini kusampaikan angan-angan liar yang terpahat pada jaringn syaraf memory membunuh logika perasaan menolak berbohong untuk tak behenti berkata nafas panjang ini masih sama terapung terombang ambing tanya memastikan koneksi tak terputus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar