Selasa, 21 April 2026
Hari Pria
mengekstrasi pria vs wanita, mengapa harus sepasang apakah harus dipasangkan, bagaimana dengan yang memutuskan sendiri, mari kita kembali melihat lebih luas cakrawala di langit, melihat langit bukan pada keangkuhan pada pandangan yang meninggi, tapi melihat langit mengapa dia harus di atas, terbata-bata mulut menjelaskan kesombongan dan kesetaraan, dimana manusia selalu meletakan atribut pada pencapaian, bahkan menang dan kalah adalah atribut nilai absolut, yang menindas itu kemenangan atau yang tertindas itu kekalahan, bahkan sulit ketika ego menjadi bagian diri ini, mari kita mulai dari mengekstrasi pria, dia menjadi awal dalam cerita, bukan karena dia pertama kemudian menang, sore ini ku dengar sebuah pengorbanan, dari sebuah fakta untuk keromantisan, pria tak pernah memikirkan dirinya sendiri, dan memang seharusnya pria ideal adalah tak memikirkan egonya, tanpa menapikan beberapa pendapat berbicara hipotalamus pria yang dominan, saya lebih memilih ladang berjuang pria ialah apa yg dilindunginya, faktanya cinta idealnya pria adalah rela memberikan segalanya sebagai bukti pengorbanan, logikanya ketika pertama kali berteriak kami mulai terikat dengan wanita, pada ibu, isteri maupun anak perempuan, tapi menanti hari penghargaan untuk pria tak tercipta jika itu sudah melekat pada misi hidupnya, aku lebih memihak pada rasa sakit ini daripada posisi di mana pria lebih senang mencari kesenangan yang lain, kemudian berbicara tentang bagaimana dengan pengkhianatan, dalam pikirku, aku cukup berjuang untuk melindungi dan berkorban sepantasnya, tapi urusan mengeraskan bukanlah tipeku, maka munculah bagaiamana jika tidak setara atau tidak sesuai berjalan dengan rencana, kembali lagi memperbaiki diri, tak perlu menyalahkan yang lain, bagiku berada pada jalur yang ku jaga sepatutnya aku tak perlu takut, mungkin aku kurang mengeraskan suara untuk berdoa atau mengeraskan tulus dan syukur, demikian menjadi pria sebuah keutamaan memperjuangkan apa yang dilindunginya dengan wajar selepas itu aku tak inginkan apapun, hidupku adalah berkorban
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar