Minggu, 20 September 2026

Pesan Sakti

ku selalu berharap kita lah yg akan memanen mimpi, konyol saja semua yg tertancap pada percaya semakin kuat, saat meninggalkan sesuatu yg mencirikan pandangku dulu, mendewasakan kekuatan asing yg tak diperdengarkan,layaknya materi yg dapat disentuh dapat usang dan diganti, tapi aku selalu tdk dapat menerimanya begitu saja, begitu utuh ku didongengkan singgasana cacat dibangun atas pondasi imajinasi saat itu, tiap malam aku mulai bertanya tentang penyelamatan, sisi egois kah atau rekayasa rasa yg terangkai sebagai angan, sungguh kau tak mampu mentransfer kebencian mencegah senyum kebenaran, meskipun hanya asumsiku pada angin, ku masih tetap rela melompat ke dasar jurang jika kau mulai berteriak pulang, aku tak tega kau jadian bagian luka, tapi aku juga tak mau kau terluka di bagian yg lain, sisi gelapku selalu mengejarku menyurutkan langkah, dalam ruang persembunyian berisi rekaman suaramu, mereka berpikir ini sebuah kehaluan, walau kadang mereka anggap ini penyakit meradang, apapun presepsi yg dibentuk itu, tak pernah menggambarkan dilema sebenarnya, sebagian menjadi kebetulan benar, sebagian lagi adalah kenyataan yg tertutup rapat dalam rahasia, ingat aku memperingati saat sebelum itu terjadi, dan kau rela berenang di dalamnya dan tenggelam, bukan sebuah kisah kiasan yg mencari untung dan rugi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar