Minggu, 18 Oktober 2026

reinkarnasi

berterimakasihlah sama proses, meskipun bersumber dari proses terburukmu, percayalah keterpurukan bisa jadi berkah bagi dirimu, merasa gagal dalam beberapa hal bukan juga aib bagi realitas, aku menemukan beberapa hal ajaib dari sesuatu yang ku hindari, tampak buruk bagi orang lain belum tentu buruk untukmu, aneh memvalidasi yang lahir dari perasaan yang tak di sukai, belajar dari sudut paradoks, selama menghasilkan kebaikan kejarlah rasa sakit itu, karena membedakan antara kebaikan dan keburukan tidak dinilai dengan perasaanmu, belajarlah dulu berlari dengan satu kaki, melihatlah dulu menggunakan mata tertutup, bimbing nalurimu pada sekat-sekat yang tepat, gantungkan letak istilah pada tiap kategori yang serasi, ku ucapkan salam pada pagi yang menajubkan, kesempatan kesekian kali terhirup pada udara dingin, memaksakan tubuh menerjang kenyamanan ranjang, merebut sekali lagi amanat nyawa, di hadapan persaksian rahasia semesta, taukah ada point-point yg sering bertahta pada memori, pertama mengekoleksi referensi, di mana tiap imajinasi tersimpan baik dalam data-data acak, kedua mencoba mengobrak-abrik data pada realitas, mengacaukan keberanian dan ketakutan secara bersamaan dalam dilema, ketiga mengkritisi diri sendiri pada tipe ideal yang tak pernah ideal, bukan untuk kesempurnaan tapi menciptakan kesempurnaan yang tetap cacat, lalu untuk apa ketenangan itu, untuk apa juga keinginan beragam itu, carilah satu jarak yang bisa diukur, atau buat jarak itu bisa tersentuh, maka duniamu telah terdefenisikan, walaupun pedangmu masih melilit leherku, masih menyisa harapan membalikan kisah yg kacau, maka kataku pada api untuk membakarku sampai tubuhku terreinkarnasi lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar