Kamis, 19 Juni 2025
Hilang
Senin, 26 Mei 2025
Mengenangmu
Kamis, 15 Mei 2025
Semua Ingin Bahagia
Jumat, 09 Mei 2025
Bangku Kosong
Sabtu, 19 April 2025
kisah selanjutnya
menerka pesan tuhan yg terselip dalam tanda-tanda rasa yg mungkin dikalkulasi menjadi nyata, dalam kamar yg kosong memikirkan hal imaji dalam impian dongeng sebelum tidur, sedikit pulih dari peluh yg datang berkepanjangan, akankah rumah fiktif yg ku cipta menjadi nyata, sedangkan aku tak percaya lagi janji, aku suka berlari sendirian d tengah kota, ramai tapi seakan kosong, mencoba mengeluarkan luka dan duri-duri kenangan dalam kepala, aku telah membakar cita-cita saat amarah dari kecewa merasuki hati, dan sudah tidak banyak pilihan, tidak cukup lagi waktu, tidak ada lagi tenaga yg tersisa, akankah tangan idaman menyambut dengan tulus, mengenali ku meskipun terselip dalam keramaian kota, tak banyak yang ku ingin sebenarnya hanya seorang ideal yg tak berpura-pura, kata tuhan, datang padanya nnti dia membereskan segalanya, hanya tuhan yg ku pegang janji sekarang walau perasaan selalu turun dan naik, sebelum pulang aku selalu ingin bertemu rusukku, ingin menikmati setiap bahagia berkah cinta manusia walau tidak abadi, yg sesungguhnya bagiku cinta tuhan lebih besar, dan jika diberi kesempatan setalah mati, memilih dia sebagai ratu bukan hany sekedar bidadari, sketsa cerita ini belum padam sampai temui panggilan pulang, apa yg terjadi nanti biarlah semua itu datang, entah itu luka, entah itu suka, entah itu tangis, entah itu tawa, aku siap apapun itu, ketika bel perperangan sudah pukul sang ideal akan ku sambut dengan meriah, akan ku nyalakan api yg hampir padam, akan ku jual seisi duniaku hingga tak lagi bersisa,
Selasa, 01 April 2025
bekas perang
tangis pun tak pernah cukup, bahkan jiwa sudah serasa kosong, masih bermimpi tentangmu, merasakan cintamu yang belum hilang, masih ingin kembali, masih ingin bersama, bahkan tak mungkin punah, rumah yg tertinggal serasa kosong, bagaimana cara untuk merindukanmu, tanpa menyisakan rasa sakit, bagaimana cara untuk tenang, dengan menikmati kenanganmu, kau datang padaku pada malam itu, senyuman yg kau berikan seperti waktu itu, sungguh tak ad amarah, kau bahagia seperti di pelukanku, entah walau tak mungkin, tapi hati ini masih berhantu, coba mengingat apa yang semula, padahal kita tidak ingin memulai, terus mengapa ini serasa melekat jika waktu kita cuman sebentar, apakah ada harapan sebelumnya, atau kita coba bermain dengan bahaya, sungguh tidak jelas arah yang kita tuju, tapi serasa begitu dalam ikatan yang nyata, apakah kamu merasakan yang sama, atau imajinasiku yang perlahan membunuhku, upaya pelarian dan pencarian semakin berat semenjak kamu masuk dalam cerita, aku ingin kamu sembuh walau semakin berat luka, tapi tidak cukup untuk berdoa, aku ingin jadi kendaraanmu juga, apa kamu selama ini merencanakan juga atau memang diriku hanya berkias, aku cukup puas memliki ingatan, yang aku takut kenangan ini digantikan, ego membungkam tapi entahlah setengah gila aku berjalan mencari jalan pulang
Minggu, 29 Desember 2024
Hidup dalam kegilaan
cara ku mencintaimu, sungguh berbeda, ku berikan peluk terbaik saat itu, bukan kamu saja yg butuh tp aku lebih membutuhkannya, semua kenangan yg sesaat terasa berat lepas, dari cara menumbuhkan percaya, menumbuhkan asa kita untuk bersama, bagaimana bisa kau anggap ku pura-pura, jika perlakuan ku selama ini sungguh beda, banyak hal yg tak pernah ku lakukan sebelumnya, dan kau tau betapa hancur masa depan kehilangan dirimu, sungguh akan membekas walau esok ruang ini bisa terisi, yg ku lakukan padamu hal yg tidak biasa, hal yg tidak bisa kau lukis jejak masa lalu bahkan takkan kau temui di sisi ruang yg lain, ketika kita hilang masing-masing masih berharap kau datang, bahkan sang masa depan hanya pajangan, kerinduan akan pelukmu bahkan akan menjadi palsu jika orang lain yg datang, hanya kamu yg pantas milikki kegilaanku, hanya kamu yg milikki tulusku, saat ini hanya ku siapkan topeng untuk bertahan, ku siapkan memori bayangmu sebagai sandaran kelak saatku lelah, aku bisa pastikan hatiku tak berubah, aku pastikan kenangan yg kita punya aman tersimpan, seperti katamu ketika kau katakan mencintaiku, itulah cinta untuk selamanya, meskipun yg datang nnti dengan banyak drama, aku tak peduli meski aku akan kembali peluh, yg ku tau aku tetap berjuang meski mereka berpikir aku gila, bahkan jika bisa ku titip rasa ini, ku tanamkan dalam tanah neraka untuk kunikmati berkali-kali