Minggu, 31 Mei 2026

Kebas

Terlahir di rumah yang berantakan diantara himpitan kekecewaan masa lalu atau meneruskan hidup dari puing-puing cinta kemunafikan, menerka arti senyuman panggilan nak, atau jadi tameng dari luka dan alasan mereka untuk bertahan, mereka terlihat baik" saja pada ujung senja memeluk perjuangan dam hikmah, bagaimana aku bisa menerjemahkan rasa sayang jika aku sungguh tak percaya bahkan pikiran tidak termodelkan rasa itu, rasa benci tumbuh menjadi pasrah, bakti bukanlah bukti tapi ketakutan akan mati, bahkan mereka percaya kita adalah cemara, taukah cemara itu telah tumbal oleh pasang air laut yang membawa lupa pada trauma yang sudah tertumpuk, mudah saja kalian menutupi diri dengan ambisi, bagaimana jika hidup tak terarah, kosong menggapai mimpi yang tak pernah berbentuk, bangkai ini telah membusuk dan kaku tak berkontrasi, memang ku pikul model yang terhidangkan makanan makna di dalam struktur, untuk apa dipelajari jika kenyataan memukul keras tanpa belaan, terus mereka berkata kamu enak dengan segala macamnya, apa yang ada di pikiranmu kamu adalah korban, pelaku dan saksi ahli di situasi yang sama, di depan hakim tanpa pembela bahkan penjelasan kesaksianmu tak patut diperdengarkan, kamu pulang dalam kesendirian memeluk kebenaran tapi tak ada yang menenangkanmu bahkan bersedia memberikan cahayanya, mungkin sejengkal jurang kamu akan lompati tapi tepat di bibir jurang berkata apa kamu menyerah, apa kau pencundang? yang kulihat adalah bukan takut pada kekalutan kerumitan drama, tapi akhir dari jauh perjalanan yang sudah kebas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar