Selasa, 23 September 2025
Bertahan atau berlalu
sepertinya aku tau duniamu, dia senyap, hening dalam gelap, aku melihat dunia itu bersuara dalam kepala merayakan imajinasi benda langit, bahagiamu bukanlah suara realita, bahagiamu adalah nyanyian camar yg terbang di lautan, bahagiamu adalah kuda poni yg berlari di padang sabana yg luas, kau tidak takut hujan malah kau sering mengintip jendela kamar memastikan hujan jgn henti dulu sampai lelap, kau tidak khawatir kalah, hanya khawatir kesendirian, kau memeluk luka dalam kata-kata dongeng putri tidur, kau memeluk cinta dalam mimpi orang asing yg tak punya rupa, demikian duniamu, yg dianggap aneh bagi mereka
semestinya kau layak tersenyum, seharusnya duniamu dekat di sampingmu, andai kau dapat melihatnya, jika kau mampu merasakan tanpa membandingkan dengan presepsi, tak bisa kita bandingkan nilai dari rasa jika itu tak pernah terhingga, apakah kau pernah mendengarkan cerita serigala yg setia, dia tahu arah ke mana dia berpeluh, dia tahu ke mana asa yg ia tuju, dia tahu kata kuncinya seolah dia tak pernah berpikir hanya mengikuti bisikan jiwanya,
mendengarkan suara bising belum bisa ditepiskan ke arah yang lain, masih ada bayang, masih ada hantu transparan menjelma dalam kilatan visual imaji,karena minumanmu belum habis,masih kehausan dalam gurun impian yang gersang, tanpa selesai, tanpa batas, tanpa tepi, tanpa balas
atau ini hanya ragu, ini hanya rayu, yg dinikmati berkali-kali, sampai memang akan meregang nyawa, dan dihidupkan dengan bahan bakar belum tujuan
Bahasa Cinta
Cinta yang dicari selama ini
bukanlah cinta yang dapat disadari
bukanlah cinta yang dapat dilukis
bukanlah cinta yang dapat ditulis
Bahkan jika itu direncanakan
tak akan pernah ditemukan
Bahkan jika itu didesain
Tak akan pernah dipuaskan
Mungkin bisa terjadi berkali-kali
ataupun dapat terjadi hanya sekali
dan bisa saja tak pernah terjadi
jika jiwa itu terbangun dari mimpi
Dia dihadirkan di luar kendali
tapi seolah kita bisa mengendalikan hati
Dia diciptakan di luar pikiran
tapi seolah kita bisa mengendalikan perasaan
Membunuh cinta artinya bunuh diri
membunuh cinta artinya melarikan diri
membunuh cinta artinya membohongi diri
membunuh cinta artinya sepi
Rabu, 27 Agustus 2025
Cemas
ku rengkuh asa dalam sunyi, mencoba mewujudkan ekspetasi dalam ridho ilahi, mendoakan sang ideal yang tak terrencanakan, memeluk usaha dalam kutipan catatan,
takan selesai juga pikiran bersuara, ataupun bosan karena sudah di tujuan, belajar bukan hal yg membosankan, malah semakin menanam dendam pengetahuan,
bagi mereka mengejar status adalah kehormatan, atau membanggakan hasil pencapaian adalah kebahagiaan, malah ku merasa sepi menjadi tenang, entah isi kepala selalu tegang dengan pertanyaan,
terima kasih kasih sayang, aku paham rasa itu selalu memantau ku dalam gelap malam, terima kasih sang dermawan, yg memaafkan segala kesalahan yang telah di sengaja
pujian membuat ku mabuk, cacian membuat ku tunduk, akulah hambamu selalu, memohon rahmat hari ini sampai tugas ini sudah selesai
aku tinggal bersiap saja, dengan cara dan jalan yg semestinya, meski bisikin terus menyiksa, yang ku tahu hanyalah sujud dan doa
kau sudah terlalu lama berlari, titip saja perasaan di pintu rumah, serahkan saja semua jangan kau tambah dengan kesenangan yg sementara
dekaplah bantalmu dan berpesta dengan duka sampai kau bunuh diri dengan dosa, habiskan semua racun di hatimu, menyisakan madu ruh dalam jiwamu
bijak dan pijak langkah baru, menuju pulau biru yang berdasar gelap, sampai kau tak melihat cahaya yang menawarkan kebohongan
kelak dan pasti janji waktu, mengeleminasi senyuman pencundang yang tak mau terima ketulusan, apalagi mereka yang bersenang-senang dengan mulut rekayasa
Senin, 18 Agustus 2025
Belum di tiadakan
bukankah manusia selalu mengulangi kebodohan yang sama, membaca sejarah sekedar mengahapal untuk mengingat sebagai nilai pengetahuan tanpa menyadari semua akan mengulang, bukankah kita hanya mengulang hal yang sama, tanpa arah, tanpa tuju, mencari yang pada dasarnya sudah dilakukan mereka yang hancur dalam harapan yang semu, kata mereka memiliki materi memungkinkan kita hidup bahagia, apakah kau peka dengan apa yang ku lihat kemunafikan mereka atau kau berusaha waras dalam dunia yang sudah tak waras, bacalah kebutuhanmu bukan ambisi orang lain yang kau pikul untuk terus menyiksa dirimu atau kau bahagia dibohongi kerakusan dunia, baca sekali novelmu apa yang dicari mereka, harta kah atau cinta, coba tanya sekali lagi apa itu cinta, seberapa penting itu cinta dan bagaimana cara mencinta, beberapa alasan yang kita bangun hanyalah bangunan ego tanpa asal, tanpa ilmu, tanpa pengetahuan, bahkan tak berdasar, masa lalu katanya akan lupa, padahal sejarah tak akan hilang, menjadi jejak-jejak petunjuk terus bertemu lagi dalam wajah masa depan, pantaskan dirimu menyambut bahagiamu, pantaskan jiwamu mengundang takdir yg di janjikan, ia pantaskan diri untuk menjawab bagaimana jika, bagaimana tidak, bagaimana belum, bagaimana pulang, pencapaian bagi mereka yang punya ambisi, pengharapan bagi mereka yang punya fantasi, penyesalan bagi mereka yang tak pernah mencoba, jurang perbedaan yang membentang sanggup kita tentang, kontradiksi presepsi sanggup kita tentang, lalu mengapa menyerah jika itu bukan dirimu yang tak pantas menyerah, kecuali terpuaskan dengan malam-malam tanpa pagi, menatap jendela-jendela janji, menatap pintu-pintu terkunci ketakutan, bukankah kau pernah menerjang mimpi, memukul sunyi, lari dari penjara kesendirian, masih ada dunia tanpa tepi yang bisa di usahakan, masih ada hari yang tak pernah membosankan, menyiapkan perayaan menantang boneka komedi kepada mereka yang lucu sibuk memikul harapan duniawi yang nnti juga di tinggal mati,
Minggu, 03 Agustus 2025
Makna Hidup
Perlahan cinta memaknai dirinya, kata orang lupakan saja tapi aku sungguh rindu rasa yang
terpendam itu, tak punya alasan untuk melawan titipan perasaan yang terlanjur tulus
terungkapkan, kisah yang menemukanku, terangkai dinamis dalam alur yang sulit dimengerti,
adapun vonis dilayangkan menjadi presepsi, itulah pemikiran mereka yang perlahan tergerus
dunia yang berarah pada kepalsuan, setelah kembali jalan keabadian, terpahami bahwa usaha
melarikan diri bukan rencana yang baik untuk pulang, langkah yang kemarin tergerus bisikan
sinis, bukanlah luka yang menjadi dendam, aku mengerti banyak lubang hitam yang aku buat
dari keputusasan menerima kenyataan, sambil merenung dan berpikir diri jauh dari jalan yang
semestinya, berharap pada hal yang sungguh tak kekal, menunggu pada hal yang
berubah-ubah, mudah tergerus isu, mudah termakan rayap penistaan, kekecewaan yang ku
bawa bukanlah suatu penyesalan, yang ku artikan jalan menuju rumah, terjal mendaki, rapuh
tersedimentasi ambisi, bukan sosok, tapi penyajian rasa yang sejati, terabadikan dalam
kesadaran ketidakmampuan logika mengatasi perasaan yang tanpa tuan, mengahadapi definisi
sifat-sifat milik-Nya, sesungghnya pemilik rasa lebih tahu segalanya, mengulang pada saat
kisah itu bercerita, sungguh tak bisa dikatakan itu rencana, hari-hari yang hitam mencari
kepastian saat kehilangan arah, hobi menjadi pelipur lara sementara, niatkan untuk mengobati
luka hati yang menciderai mimpi-mimpi yang seketika hilang, ketenangan jiwa untuk memulai
hari yang baru, mencari ujungnya cita-cita di pojok senja, kau masih di bangku belakang seperti
biasanya, tertidur pulas entah ngantuk atau sedang bersedih kala itu, duniamu sungguh tak ku
pahami, hanya kurasakan sepi itu di atas meja yang basah oleh cacian, terus ku nikmati
hari-hari ketidakpastian, arah yang patah ku rangkai dalam obrolan asing tanpa kesimpulan,
yang ku tahu aku datang sedikit menegur keheningan dan kembali ke dunia hampa ku lagi,
ketahuilah bertahun dalam malam dan derasnya hujan, aku hanya pecundang yang tak bisa
menjadi diri sendiri, aku hanya sebongkah mayat yang hanya bisa berpikir tanpa jiwa, sekosong
itu hidupku, sehening itu hidupku, berpindah pada pohon-pohon layu, namun di saat
bermekaran di saat itulah aku harus pergi, itu tugas satu-satunya yang aku pahami selama ini,
jika diperlukan aku ada, jika tidak dibutuhkan lagi aku siap pergi, meski merindukan tanam
bunga, dan kini giliran saat ku akan kembali, menambal lubang-lubang luka, ku temui suara
untuk hijrah, satu persatu ku perbaiki, menjalani mimpi untuk hari kepulangan, tak peduli lagi
dengan dunia yang bising
Rabu, 23 Juli 2025
I Love U D'One
tik tik tik bunyi hujan di tepi ratapan, kehangatan bumi jadi dingin tak bersuara, terselimuti masa lalu yang tak kunjung bermuara, terbaring tak dapat bangun lagi, bunga mimpi ruang pengobat rindu sementara, terus apa yg terdzalimi, ketika raga tak terus melangkah, tapi hati belum beranjak, untuk apa menyalahkan suasana, ini anugerah bukan ketamakan jiwa menggerus egois untuk berkuasa, biar saja tak tersembuhkan, biar saja terus lara, butuh khayalan untuk tetap bertahan, meski tanya tak akan terjawab, apa gunanya esok tercipta jika cita tak terencana, apa gunanya berpeluh membunuh hasrat, jika air mampu mengalir walau terbendung, perlahan dunia tetap berputar, walaupun tak siap menanti nestapa baru atau bahagia yg imitasi,ketahuilah rumah ini tetap ku siapkan mengobati rasa sepi, tempat yg sama dimana bahagia bukan sekedar drama, walaupun kau berkata tak mau pulang, mencoba bertahan hidup dalam dunia yg fana, dimana mereka saling membunuh tanpa mengerti makna cinta, pertempuran hati ini adalah realita luka yg ku ciptakan sendiri, membenci dunia yg tak lagi sehat dalam merasa, di pelukmu aku temukan kenyamanan yg telah terpendam lama, ketahuilah kebodohanku yg membuat kita terluka, keegoisanku yg membuat kita hancur, seharusnya aku tetap merencankan perlahan agar rumah kita tercipta, aku akan tetap mengabarimu meskipun hadirku tak berarti, biar ku peluk bayangmu, sepantasnya bagi ku yg tak peka hadirmu, sepantasnya aku harus tersiksa lara dan airmatamu, sepantasnya aku bayar semua skema yg telah perbuat, kita tetap satu dan tak ada yg pantas menggantikan pelukan kita, tak ada yg pantas memiliki kisah kita, ku akan bertahan meski serasa kosong, aku pantas gila dan ditertawakan, aku pantas berjalan dalam ruang tanpa tuju, aku jatuh cinta padamu kemarin, esok dan selamanya.
Rabu, 09 Juli 2025
Keterangan Kebohongan
aku suka kalah karena ku tahu nikmatnya kekalahan
aku suka di benci karena ku tahu asiknya dibenci
aku suka di tinggal pergi karena ku tahu merayakan perpisahan
aku suka sendiri karena ku suka sunyi
beberapa orang bertarung dalam mimpi semu
beberapa orang berperang dengan takdir palsu
beberapa orang berjuang merdeka yg rapuh
beberapa orang, ia itu juga kamu
untuk menemukan cahaya, butuh gelap
untuk menemukan bahagia, butuh tangis
untuk menemukan rindu, butuh benci
untuk menemukan cinta, butuh fitnah
apakah kau tau siapa yg berbisik di telingamu?
apakah kau belajar suara hati siapa yg kau ikuti?
apakah tidak cukup permainan yg dapat kau lihat?
jika ukuranmu mayoritas, berarti kamu hanya takut,
jika pikirmu hanya harga, berarti kamu hanya hidup untuk mereka
jika rasamu ada d otak, berarti kamu hanya pura-pura
jika itu yg dapat dilihat, diraba, dipakai, berarti itu terbatas
iya cukup menunggu' semoga kita bertemu di dunia lain yg tak saling menyapa
aku tetap tersenyum, tapi kita tak sempat menolong
karena terlampau bernilai keterasingan dalam keramaian dunia
atau kita tak dapat bertemu lagi
Langganan:
Postingan (Atom)