Jumat, 27 Maret 2026
Persembahan
Berubah, tak terpikirkan bahwa ada yg salah tentang perasaan ini, masih sama seperti tangis yang tak punya penyebab itu, ku akui terlalu banyak perbedaan subuh yang dulu dengan subuh hari ini, betapa khidmatnya ketulusan doa yang di dorong ketidak berdayaan hamba bersimpuh di atas keperkasaan maha kebenaran dan rahmatnya, tak ada yang lebih besar dari dia, bahkan jika konsekuensi melepas duniamu menjadikan hadiah menyiapkan diri menyambut jalan pulang sesungguhnya, takan ku minta tuk merubah skema ini sedari awal, bukannya aku menolak kehadiran dia saat menemani rapuhnya jiwa yang berulang-ulang membuat tanganku gemetar, ataupun berusaha menghindari dari masa lalu kerinduan akan dirimu, semua lebih dari pada sebuah rasa penghormatan atas hadirnya seorang perantara yang menghadirkan tanya mengapa harus dirimu? aku tak perlu tujuan untuk berbuat, aku juga tak butuh harapan untuk menjadi lebih baik, hanya saja akan lebih indah di imajinasi ini ada dirimu di sampingku, sungguh aku tampak sadar untuk belajar, terlihat lebih aktif mencari tahu sudut kebenaran dari pedoman suci yang di nubuatkan pada nabi-nabi dan cendikiawan muslim lainnya, kau bagaikan seorang orang tua yang mengantarkanku ke gerbang sekolah dan menyerahkannya pada otak berpikir membentuk naluri bertahan hidup pada tipe ideal yang lebih sakral dan suci, lalu tak ada alasan membencimu, malah ku sadar untuk lebih mencintaimu dalam hening, ku sering mengusahakan itu dalam doa' biar sang maha pemilik takdir yang meridhoi mana yang akan aku ajak bersujud di pertigaan malam, meskipun nanti ku dapati hal terberat tanpa siapapun di skema yang lain bukan menjadi alasanku mengeluh, biarkan ku selesaikan kesalahanku di masa lalu berangsur-angsur, mencoba mencuci noda-noda yang ku buat dengan tanganku dan sadarku, gonggongan asing bukanlah gangguan lagi, ketakutanku hanya kebahagianmu nanti, yang telah ku janjikan sejak awal, pada pelajaran selanjutnya cerita akan tertulis, karya akan menemani lorong gelap, semoga kita akan baik-baik saja' terlindungi dari fitnah yang mendera pada layar-layar yang katanya pintar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar