Sabtu, 01 Agustus 2026
aku dan dunia
aku terlalu lama menahan, menahan sesuatu yg sangat berat, ingin ku lepaskan tapi tidak bisa dilepaskan, ingin ku lari tapi kakiku tertanam begitu dalam, aku sangat iri melihat dunia, dunia yg sangat ku benci, dunia yg membuat ku selalu menunduk malu pada diri sendiri, mungkin sedikit apresiasi sangat berarti atau mungkin aku hanya bisa menyenangkan orang lain, terkoyak sudah egoku untuk menjadi diri sendiri, aku selalu berharap pohon itu tak meninggalkanku, berharap awan itu selalu menaungi diriku, tapi esok dia sudah hilang dengan benci, mungkin aku hanya orang yang tahu aku bukanlah rumah terbaik bahkan untuk diriku sendiri, bahkan aku takut menghadapi kematianku sendiri, karna ku tahu betapa menakutkan sendirian dalam deras hujan malam, aku iri mereka bisa berpura dengan dunia, aku iri mereka bisa menahan beratnya impian yg terpendam, walaupun wujud impian mereka tetap hidup dalam bentuk yang lain, sejenak saja mereka berkeinginan dan menghentikan keinginannya untuk melayani keinginanku, atau tetap percaya pada inginku, tapi sudah tak memungkinkan lagi berpendapat pada mimpi orang lain, aku terlalu mengoyak egoku untuk menjadi aku, sederhana saja aku ingin hidup selamanya untuk didengar, menjadi subjek yang pantas dilayani dgn pengorbanan sebentar saja, namun sudah tak mungkin lagi, aku hanya bisa hidup membuat dunia tersenyum sejenak, menawarkan secawan anggur memabukkan dan kembali meracuni diri sendiri perlahan, aku sudah berdamai dgn keriuhan luka dan aku sudah berdamai dgn kesunyian hati, tanpa dia, mereka, kamu, atau mungkin aku takan pernah pulang ke rumahku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar