Selasa, 04 November 2025

mestinya mereka mengerti

bukan perkara berkorban, bukan perkara menghitung, bukan juga perkara memberi dan menerima, tapi ini lebih dari sekedar alasan, ataupun bukan sudah saling mengenal, bahkan bukan karena ada niat saja, mungkin mereka berpikir cukup semua itu, sepahaman merasa itu harus, kalupun satu bagian saja maka tak akan bisa, pertunjukan perasaan saja itu juga bukan jawaban, kolaborasi antara merasa berpikir dan mencari tawa diantara perjalanan baik dan buruk yang selalu dirayakan bersama, maka boleh itu tercipta abadi, alam selalu dirusak, selalu juga disakiti, mungkin sedikit marah bukan karena menyakiti tapi memperingati, tapi selalu menawarkan kesejukan di setiap di butuhkan, begitu juga perjalanan waktu, mungkin kadang banyak menyakiti ataupun kesialan seolah menghantui, lagi dia tidak marah hanya memperingati, berminta maaf lah pada sungai, pada udara, pada awan langit, pada pepohonan, pada gunung, pada pantai, pada laut, karena mereka layak menggurui kita pada kehidupan, sedangkan alien seperti kita berperilaku invasi seakan merasa jumawa atas segalanya padahal tidak ada bedanya dalam perilaku menghargai dan menghormati, jika pesan ini berlanjut, akan sampai ujung arti yang sama, satu kata yang layak menjadi kekuatan inti, bagi mereka yang terus mencari dan berpikir, dia dekat di pelupuk mata, tapi tertutup tabir kebodohan dan ketakutan, lebih suka larut menjadi mainan, jika tak bisa ditemukan, bermula kehampaan, jika tak dihadirkan, bermula amarah, jika hanya dibayangkan, bermula kegilaan, jika hanya dipalsukan, bermula kesendirian, dia ada dekat dan lekat dalam kalbu, dia hadir dalam ketenangan, dia lah yang memulai bahagia, dia lah adalah awal dan akhir menanti di ketemukan

Minggu, 02 November 2025

perubahan

ku dengar kau sedang kembali mengenang masa lalumu, bermain dengan harapan semu yang semula hanya kagum, namun apakah dia pernah memperjuangkanmu, apakah dia pernah berkorban untukmu, semoga kamu tidak tertipu dengan rasa takutmu, sudah sekian kali kamu hanya memikirkan kepuasan matamu tapi tidak hatimu, perasaanmu tentang kesepian, ragamu yang butuh bukan sekedar pelukan hujan, tapi bahagia yang kamu coba gapai tapi dirampas kepanikan oleh drama orang lain, sejenak lupakan hantu masa lalu yang tak pernah usai, karena ku kira telah berikan hidup barumu, saatnya terbang ke dunia lain, temukan rumah barumu jangan kembali ke orang yang kecewa dengan rumah lama dan menyandarkan lelah pada baiknya bahumu, bangunlah dari mimpi lamamu, saatnya kamu mendapatkan kesempatan yang layak, membuka keran mata air harapan, berhentilah menatap jendela waktu dan terjebak dalam cermin yang sudah pecah, kamu itu special dan berbeda, masih ada orang baik yang lagi menunggumu di gelapnya malam, aku yakin itu, jika kau mau mencoba berpetualangan sekali lagi, puaskan ceritamu dengan getaran yang baru, letakan kertas dan pena kepalsuan mereka yang selalu kau coba mainkan tapi sebenarnya kamu yang selalu tersandera tentang humor membosankan, toh kamu belum bangun seutuhnya mencoba membuktikan lebih baik untuk apa, sedangkan mereka tak pernah mencoba mengerti hanya pura-pura menghibur, sudah jauh kau kirim perjalananmu jauh, lantas buat apa kamu senyum dengan duri ambisi yang belum pernah membuktikan diri untuk mati bersamamu, coba berpikir dan berperasaan atas cinta yang pernah diusahakan bukan cinta yang dibangun dalam istana khaylan namun terhina, masih panjang perjalanan yang sedang kau bangun, masih banyak waktu yang menunggu esok, bungkam semua suara yang tak pernah sedikit berpeluh dalam sakitmu, sambut cerita dan dunia yang kau kejar, untuk tumbuh menjadi ratu yang anggun menari cantik di bawah pelangi

Kamis, 23 Oktober 2025

Memaknai Jalan Panjang

selama tiga tahun bersama, banyak hal pelajaran yg aku dapat bersama kalian, jujur kehancuran hidupku bermula ketika sukses yang sedang kalian kejar saat ini, sebelumnya aku hanyalah pedagang biasa, pemuda yg berasal dari jalanan, belajar lewat jalanan yg bertapak-tapak ku jejaki sendiri, berpindah-pindah pekerjaan, berpindah-pindah tempat tinggal dan sampailah pada masa putus asa untuk bisa berbakti pada orang tua, kebencianku akan rumah sudah di mulai sejak ku kecil sebenarnya, kenyamananku saat aku tinggal bersama orang yg bukan keluargaku, mereka selalu menyambutku dengan tangan kasih sayang, tapi tuhan selalu mempunyai cara yang lain untuk menunjukkan jalan pulang, mungkin kalian mengira aku org normal, padahal aku sendiri ingin bunuh diri ketika semua usahaku sia-sia, lagi yang menyelamatku adalah kesadaran berpikir dan merasa serta kebaikan tuhan dalam mencinta, betapa rumit ku menjelaskan hari-hari depresi setelah pulang berperang di tanah orang, mengalami kehancuran kembali dalam pencarian jati diri, tanpa peduli tentang apa yang di nanti, kau memberikan harapan untuk tetap berubah, mengejar mimpi dalam mengenal tuhan, sesudah kalian pergi...yang tertinggal sepenggal pesan hati-hati sekedar mendoakan kebahagiaan sejati, bukan merekayasa dongeng tidur untuk mengobati penat lewat mimpi, ketahuilah dunia ini sudah semakin palsu menuju kehancurannya, sisa-sisa suara yang kalian ucapkan masih tertinggal, ku jadikan puzle sepotong demi sepotong menyusun jawaban kebersamaanku dalam fungsi makna apa yang nanti akan ku buat selanjutnya, saat ini aku masih menolak keberadaanku di sini, bahkan masih bukan aku di sini, ini hanya pijakan sementara menuju semesta yang lain, lucu kalian menuduhku guru padahal aku tak pernah merasa begitu, aku tetaplah sebongkah daging yang lahir dari jalanan sepi, aku si manusia bebas terbang ke mana saja angin terhempas, tetapi aku butuh belajar, butuh ide yang sehat menjelaskan makna dalam bungkam, dan tuhan tahu itu apa masalahku, apa takdirku, dan kematianku, tinggal ku serahkan saja dengan doa dan proses yang ku hadapi hari demi hari, waktu demi waktu, masa demi masa, ku ucapkan terima kasih untuk segalanya, ku telah rangkum makna membaca tanda-tanda alam, membawa arah impian sang penjelajah waktu, pahamku tak pernah mati, malah selalu haus dalam keingintahuan, mereka tak pernah bisa membungkam waktu, mereka hanya pijakan untuk belajar seperti kalian adalah pijakan belajarku dalam bereksperimen dengan hantu, tanpa kesadaran ku menulis pesan bersyukur bertemu kalian, dan kita akan bertemu lagi di lain waktu, aku akan menceritakan terus kisah hidupku meskipun tak ada yang membacanya, karena tak mampu ku tampung semua dalam ingatan

Senin, 20 Oktober 2025

Aku Gila

memahami manusia itu rumit, serumit memahami diriku sendiri, aku berada dalam dua sisi yang ku tak mengerti, pikiran trauma membunuh pikiran yang satu kepada pikiran yang lain, imajinasi tentang cinta ideal membuatku dalam dilema menerima diri menghentikan amukan jiwa yang tak terkendali, mungkin sudah gila sedari awal dan mungkin mereka benar tentangku, sejujurnya lelah berperan dalam imajinasi orang lain, ingin diri menikmati harapan yang tak pasti, semula aku selalu bersenang-senang dengan drama yg ku buat tanpa berharap mereka mengerti, siapa yang ada di tepi, siapa yang sedang menunggu di akhir, apakah dia tulus atau hanya bersenang-senang ingin memukulku berkali-kali, dengan tubuh yang rapuh sungguh ingin berhenti, tapi ide liar ini tak kunjung sembuh, layaknya manusia aku tak bisa menahan hasrat yang menggebu, entah itu unsur hewani atau unsur insani berlari-lari dalam pikiran yang melukiskan beribu rencana, siapa diriku sebenarnya, untuk apa di lahirkan, ku hanya ingin berganti peran dan berhenti membaca pikiran orang-orang, sungguh aku takut melukiskan betapa mengerikan diri ini bersembunyi dalam ruang psikopat yang ku bangun sendiri, kadang memahami diri sendiri seperti menepiskan impian orang lain yang lucu tanpa arti, aku ingin tidur sejenak agar kembali bermimpi kosong itu lagi

Sabtu, 04 Oktober 2025

Are You Ghost

kau hadir lagi di pelukan malam saat ku mencoba lagi melepaskan kenangan, kau datang merangkulku untuk tetap tinggal kesekian kali, dalam pelarian ku menolak imajinasi yang sudah tak rasional, tak mungkin terjadi, tak bisa diri berharap pada skema mimpi, aku bukan orang seperti itu, berkutat dalam khayalan yang tak punya kalkulasi, tuhan hukuman ini sudah membuatku bingung, banyak tebakan yang sudah tak masuk akal lagi, bukankah yang lain sangat mudah, berlalu dalam sampah kenangan yang tersimpan busuk dalam lubang keputusasaan, apakah diri ini yang palsu atau dia yang lagi menghitung keberanian, ah,omong kosong apa ini? bukankah manusia itu penakut? mengakui kebenaran dirinya, bukankah mereka hanya mementingkan diri mereka saja, dan jika mereka mau berkorban hanya untuk diri mereka sendiri, mereka tak memuja cinta tak pernah mereka mengerti apa itu cinta, mereka hanya tau jual beli, ah, mereka hanya omongkosong khan tuhan, taukah murni rasa tak ada yang bisa menyelaminya, tapi semakin ku menjauh, dia kembali berbisik, kitalah makhluk yang dipilihkan dan tak ada lagi yang bisa seperti kita, bahkan perasaan itu terpatahkan seakan menyuruh bersabar untuk pulang, dengan cara apa lagi aku berbohong, dengan pengalihan apa lagi aku cari, bisakah seperti kemarin, melepaskan tanpa beban meski memang amarah ku ciptakan untuk mereka melupa, tapi semakin dalam, semakin hilang, semakin kosong, apakah yang disiapkan di ujung cerita, kali ini aku terbungkam kenyataan, kali ini terbunuh perasaan, kewarasanku tak berfungsi dan drama yang ku ciptakan menghukumku begitu dalam untuk melupakanmu, meski ku buktikan kamu belum mampu, tapi kau buktikan untuk menghantuiku setiap waktu

Selasa, 23 September 2025

Bertahan atau berlalu

sepertinya aku tau duniamu, dia senyap, hening dalam gelap, aku melihat dunia itu bersuara dalam kepala merayakan imajinasi benda langit, bahagiamu bukanlah suara realita, bahagiamu adalah nyanyian camar yg terbang di lautan, bahagiamu adalah kuda poni yg berlari di padang sabana yg luas, kau tidak takut hujan malah kau sering mengintip jendela kamar memastikan hujan jgn henti dulu sampai lelap, kau tidak khawatir kalah, hanya khawatir kesendirian, kau memeluk luka dalam kata-kata dongeng putri tidur, kau memeluk cinta dalam mimpi orang asing yg tak punya rupa, demikian duniamu, yg dianggap aneh bagi mereka semestinya kau layak tersenyum, seharusnya duniamu dekat di sampingmu, andai kau dapat melihatnya, jika kau mampu merasakan tanpa membandingkan dengan presepsi, tak bisa kita bandingkan nilai dari rasa jika itu tak pernah terhingga, apakah kau pernah mendengarkan cerita serigala yg setia, dia tahu arah ke mana dia berpeluh, dia tahu ke mana asa yg ia tuju, dia tahu kata kuncinya seolah dia tak pernah berpikir hanya mengikuti bisikan jiwanya, mendengarkan suara bising belum bisa ditepiskan ke arah yang lain, masih ada bayang, masih ada hantu transparan menjelma dalam kilatan visual imaji,karena minumanmu belum habis,masih kehausan dalam gurun impian yang gersang, tanpa selesai, tanpa batas, tanpa tepi, tanpa balas atau ini hanya ragu, ini hanya rayu, yg dinikmati berkali-kali, sampai memang akan meregang nyawa, dan dihidupkan dengan bahan bakar belum tujuan

Bahasa Cinta

Cinta yang dicari selama ini bukanlah cinta yang dapat disadari bukanlah cinta yang dapat dilukis bukanlah cinta yang dapat ditulis Bahkan jika itu direncanakan tak akan pernah ditemukan Bahkan jika itu didesain Tak akan pernah dipuaskan Mungkin bisa terjadi berkali-kali ataupun dapat terjadi hanya sekali dan bisa saja tak pernah terjadi jika jiwa itu terbangun dari mimpi Dia dihadirkan di luar kendali tapi seolah kita bisa mengendalikan hati Dia diciptakan di luar pikiran tapi seolah kita bisa mengendalikan perasaan Membunuh cinta artinya bunuh diri membunuh cinta artinya melarikan diri membunuh cinta artinya membohongi diri membunuh cinta artinya sepi